Friday, October 17, 2008

CARA MEMULAI BERBISNIS TELUR KAMPUNG

Enam tahun yang lalu.. saya memulai keliling menjual telur kampung, saat itu saya mengambil telur kampung dari desa-desa dan saya kelilingkan ke STMJ an dan toko jamu, sebagian ada juga yang saya jual ke toko-toko. Saya berkelilng hanya dengan menggunakan sepeda pancal saja.

Saya yakin bahwa bisnis yang saya kerjakan ini pasti akan maksimal pada akhirnya. Karena belum terlalu banyak saingan maka saya dapat mengambil keuntungan 100 rupiah per butirnya, sehingga dengan omset 300 butir per hari saja saya sudah dapat peghasilan sekitar 30.000 per hari, kemudian saya memberanikan diri untuk mengambil kredit sepeda motor, waktu itu saya mengambil honda legenda. Dengan adanya tambahan fasilitas ini saya semakin rajin mengembangkan pasar, saya masuk ke pasar-pasar tradisional dan mulai menitipkan telur saya pada pedagang di pasar, untuk berhati-hati saya hanya berani memberi tempo pembayaran maksimal hanya untuk 100 butir.

Dengan bertambahnya pasar saya tersebut, saya semakin kesulitan mendapatkan telur lokal. Saya mulai berfikir bagaimana saya bisa mendatangkan telur dari blitar dengan jumlah kecil tapi ongkos transportnya murah. Akhirnya saya dapat ide untuk mendatangkan telur tersebut dengan BIS antar kota. Mulai saat itu sampai sekarang saya masih menggunakan jasa pengiriman memakai bis antar kota juga. Omset saya akhirnya bisa berkembang menjadi 5000 per hari, Alhamdulilah...

Sedikit demi sedikit saya sisihkan keuntungan saya tersebut untuk membeli rumah dan mobil, selain itu saya juga membuat home industri peralatan rumah tangga, pada awalnya saya hanya memproduksi parut saja, alhamdulilah sekarang jadi berkembang ke berbagai jenis peralatan rumah tangga yang lain. Hasil produksi home industri saya ini pun pengembangan pasarnya ke luar kota maupun ke luar pulau juga saya gunakan armada bis.

Demikian pengalaman ini saya tulis, bukan untuk membanggakan diri tapi sekedar berbagi motivasi untuk yang lain. Bahwasanya memulai usaha tidak harus di awali dengan modal yang besar tetapi cukup dengan semangatyang besar.

Jika saat ini sedang anda sedang bingung memilih berwiraswasta apa yang bisa di kerjakan, mulailah mengembangkan pemasaran telur kampung di kota anda. Karena bisnis ini banyak di remehkan orang tapi sebenarnya menyimpan potensi yang keuntungan yang cukup besar.

BE YOUR SELF AND THE WORLD BE YOURS.

SUGIANTO, SE

Wednesday, October 8, 2008

YANG TUA YANG BERKARYA

Mbah nami, begitu anak saya biasa memanggilnya, sudah tua juga usianya, tapi semangat untuk bekerjanya tak pernah kalah dengan yang muda. Sederhana sekali pekerjaannya, hanya pengecer telur kampung/telur arab itulah kesehariannya. Tak penah mengerti dan perduli dengan apa itu krisis Amerika, tiap hari tetap ke pasar jual telur, laku, senang dan pulang.




Banyak para pedagang yang menganggap remeh dalam berdagang telur kampung atau telur arab. Lebih banyak yang tertarik dengan menjadi pedagang telur ras yang siklus perputarannya cepat, padahal telur arab ini walaupun siklus perputarannya lambat sangat menjanjikan sekali keuntunganya. Sebagai contoh mbah nami ini, dalam 1 hari mempunyai omset hanya 200-300 butir, pengambilan dari pengepul harganya 750 dan harga jualnya 1000-1100. Jadi dalam satu hari dapat keuntungan sekitar 50000-75000, Cukup lumayan lah penghasilan untuk orang yang sudah setua ini.

Begitulah sedikit cerita tentang pengecer telur arab ini, kita yang masih muda seharusnya bisa mengambil inspirasi dari bisnis sederhana ini, kita bisa mencontoh semangat yang dimiliki Mabah nami ini, jangan pernah menyerah pada keadaan, terus belajar dan berkembang. Selamat bekerja mbah.... semoga selalu laris telurnya, semoga sehat selalu... Amin

Total Pageviews

Pages