skip to main |
skip to sidebar
Terlepas dari naik atau turunya harga telur, kita tetap harus selalu memperhatikan kualitas pakan dari layer kita. Sebab, bagaimanapun juga dengan kondisi pakan yang bagus, 80% kesehatan ternak kita sudah dapat terjaga.
Komponen utama pakan kita tentunya hanya Konsentrat, Jagung dan katul ini. Untuk konsentrat kita sudah bisa percaya dengan Kualitasnya, walaupun untuk merek-merek tertentu kadang kualitasnya juga juga sering berubah-ubah. Untuk Jagung kita hanya perlu memperhatikan kadar airnya saja, sebaiknya kita jangan membeli jagung pecah melainkan membeli
jagung pipilan saja supaya kita benar-benar yakin bahwa jagung kita tidak tercampur dengan bahan-bahan subsitusi yang lain.
Dari ketiga komponen utama ini yang kemungkinan banyak sekali dipermainkan oleh pedagang yaitu kualitas dari katul. Dengan kondisi yang sulit untuk mendapatkan pasokan katul ini, peluang pencampuran katul ini dengan berbagai macam campuran yang dapat merusak ternak kita sangat besar kemungkinan terjadinya.
Gambar ini adalah salah satu tempat pengolahan katul prosesan, Jika katul prosesan tersebut masih mencapur antara katul separator dan katul kasar dari penggilingan padi kelilingan yang di giling kembali biar tampak halus, ini masih tidak terlalu berpengaruh efeknya. Tetapi apabila katul prosesan ini merupakan campauran dari rumput laut atau bahkan memakai tepung batu, maka siap-siap rusaklah produksi dari ternak kita.
Oleh karena itu, untuk pasokan katul untuk ternak kita sebaiknya kita jangan terlalu terpancing dengan harga murah, cara yang paling aman adalah kita mengambil rutin atau kontrak saja dengan penggilingan padi atau pedagang yang sudah jelas dan dapat di pertanggungjawabkan kualitas katulnya.
Walaupun prosentase pemakaian katul ini lebih sedikit dibanding dengan jagung dan konsentratnya, namun efeknya akan sangat merugikan sekali terhadap ternak kita, kalau sekali saja kita mendapatkan katul yang mengandung tepung batu untuk campuranya.
Yah... begitulah ungkapan yang bisa saya katakan untuk para pedagang telur dimanapun berada, terutama bagi pemula yang saat ini baru memulai bisnis di dunia perteluran ini.
Kita harus berhati-hati sekali dalam melayani orderan yang datang kepada kita, jangan terlalu memburu omset namun hanya memperoleh pembayarannya hanya dengan nota, kita perlu waktu yang tidak sebentar untuk dapat menilai seoarang pedagang itu kredible atau tidak.
Tetapi juga tidak sedikit trik-trik pedagang nakal yang seolah-olah cengli atau bonafid dengan berani melakukan pembayaran dimuka atau transfer uangnya terlebih dulu. Banyak teman-teman saya di blitar yang jatuh dalam berbisnis jual beli telur ini karena kurangnya teliti dalam melakukan transaksi dengan pedagang luar kota. Pada awalnya para pedagang nakal ini melakukan pembayaran dimuka, untuk 2 sampai tiga kali transaksi, kemudian sudah mulai nggandol atau nunggak setengah nota, nah... hal seperti ini kalau kita teruskan maka dana beku kita akan semakin besar.
Kita jadi serba salah, kita teruskan jadi tambah besar modal kita yang membeku, tidak kita teruskan juga tidak kembali modal kita yang sudah beku. Padahal kalau kita mau berhitung, keuntungan dari penjualan telur ras ini kecil sekali keuntungannya dibanding dengan resikonya, Bahasa umumnya... untuk penjualan telur ras ini sampai ke tempat tujuan di luar kota hanya sekitar 100/200 rupiah per kilonya untuk keuntungan bersihnya, Jadi untuk satu rit ( 4 ton) kalo kita ada melesetnya pembayaran mungkin kerja satu tahun baru pulih lah modal kita.
Oleh karena itu, bagi anda yang saat ini sedang bersemanga-semangatnya untuk menekuni bisnis ini, sebaiknya belajarlah dengan jual dan beli telur lokalan dulu. Walaupun hasilnya kecil tapi tingkat keamanan dan rutinitasnya bisa di jamin. Seandainya anda bisa mendapatkan pasar di luar daerah sebaiknya urusan pembayaran ini harus lebih diperketat. Semoga pengalaman saya ini dapat menambah wawasan untuk kita semua.