Wednesday, June 2, 2010

Daya tetas telur ayam kampung

Telur tetas yang baik adalah telur tetas yang memiliki daya tetas tinggi. Daya tetas telur yang tinggi dapat dilihat dari nilai indeks telur. Indeks telur adalah perbandingan lebar maksimal dengan panjang maksimal telur lalu dikalikan dengan 100%.

Nilai indeks telur sebesar 74% berarti telur memiliki daya tetas yang paling tinggi. Dengan demikian, bentuk telur yang akan digunakan dalam penetasan jangan terlalu bulat tetapi juga jangan terlalu lonjong. Kisaran nilai indeks telur sebesar 74% akan mempermudah didalam pengepakan telur.

Kualitas telur tetas ayam kampung sangat bervariasi mengingat sistem pemeliharaan indukan yang tidak intensif, berikut tiga permasalahan penting yang mempengaruhi kualitas telur tetas ini:
  1. Tidak jelasnya alur genetika induk yang menghasilkan telur tetas. Hal ini disebabkan tidak diketahuinya asal muasal induknya atau terjadi inbreeding antara ayam yang masih satu keluarga. Misalnya perkawinan induk jantan dengan anak betina, induk betina dengan anak jantan, atau anak dengan anak. Perkawinan seperti ini akan memunculkan sifat yang tidak menguntungkan, misalnya tubuh yang kerdil serta daya tahan tubuh yang lemah sehingga mudah terserang penyakit.
  2. Tidak jelasnya jenis pakan yang dikonsumsi menyebabkan daya tetas menjadi tidak stabil. Selain itu, status ketercukupan gizi yang kurang menyebabkan daya tetas menjadi rendah.
  3. Tidak jelasnya status kesehatan si induk karena tidak ada pencatatan (recording) riwayat kesehatan induk. Hal ini menyebabkan DOC yang dihasilkan bisa saja membawa benih penyakit dari induknya. Karena itu, para pelaku penetasan sebaiknya memperbaiki sistem pemeliharaan ayam yang menjadi sumber telur tetasnya.
Telur tetas yang berkualitas akan diperoleh dari induk ayam yang juga berkualitas dan dipelihara dengan baik. Banyak hal yangmempengaruhi daya tetas telur. Selain pengaruh selama proses penetasan, kondisi dan asal telur juga sangat mempengaruhi daya tetas telur.

Tuesday, June 1, 2010

Kebutuhan tempat pakan dan air minum fase starter

Jumlah dan ukuran tempat pakan yang diperlukan masa pemeliharaan awal adalah kecil dan dalam jumlah yang terbatas. Bahan yang digunakan sebagai tempat pakan biasanya dari seng, plastik atau kayu. Tetapi untuk 1 minggu pertama bisa juga kita memanfaatkan box bekas wadah DOC juga cukup efektif. Namun, bahan yang paling sering digunakan adalah plastik dan seng, karena bahan tersebut ringan, mudah dibersihkan, awet dan praktis.

Berbagai bentuk,model bahan serta ukuran yang banyak digunakan dalam pembuatan tempat pakan adlah sebagai berikut:
  1. Tempat model baki (nampan) yang terbuat dari plastik, cukup digunakan bagi anak ayam umur 1-10 hari hingga 100 ekor.
  2. Tempat pakan gantung berbentuk tabung yang terbuat dari seng, berukuran 1 kg, cukup digunakan bagi anak ayam umur 10-30 hari hingga 50 ekor.
  3. Tempat makan gantung berbentuk tabung yang terbuat dari seng atau plastik, berukuran 3 kg, cukup digunakan bagi anak ayam umur 4-8 minggu hingga 30 ekor.
Pada umumnya tempat minum yang digunakan masa pemeliharaan awal adalah tempat minum yang terbuat dari plastik. Ada berbagai ukuran tempat minum berbentuk tabung yang terbuat dari plastik, yang biasa digunakan dalam pemeliharaan anak ayam sekaligus pemeliharaan masa remaja.
  1. Tempat minum berukuran 1 liter, cukup bagi 15 ekor anak ayam.
  2. Tempat minum berukuran 1,25 liter, cukup hingga 20 ekor anak ayam.
  3. Tempat minum berukuran 1 galon, cukup bagi 100 ekor anak ayam umur 1-10 hari.
Acara rutin pada setiap pagi, adalah membersihkan tempat pakan dari sisa-sisa makanan yang kotor dan mencuci tempat minum. Setiap hari, tempat minum dicuci dan air minum diganti, sebab kadang-kadang kotor oleh makanan atau kotoran. Apalagi pada anak ayam yang dipelihara pada lantai litter, tempat makan dan air minum akan lebih cepat menjadi kotor akibat percikan kotoran melalui sekam.

Total Pageviews

Pages