Tuesday, March 30, 2010

Kalkun

Kalkun tergolong jenis unggas yang dalam perkembanganya tidak sepesat ayam. Namun, akhir-akhir ini kalkun mulai diperhitungkan untuk diternakkan dengan mulai disajikanya daging kalkun sebagai salah satu menu pada pesta-pesta.

Di Amerika, ada banyak bangsa kalkun, tetapi yang terpenting ada 5 jenis, sebagai berikut:
  1. Kalkun broad breasted white, merupakan bangsa kalkun yang bulunya berwarna putih. Bobot badan betina antara 6,5-60 butir per musim.

  2. Kalkun broad breasted bronze, karakteristiknya hampir sama dengan kalkun broad breasted white, tetapi mempunyai bronze pada ekor dan sayap.


  3. Kalkun american mammoth bronze, karakteristiknya hampir sama dengan 2 bangsa diatas, tetapi ototnya berwarna putih dengan ukuran badan lebih kecil, bobot betina sekitar 4,5 kg dan jantan sekitar 6,5 kg. Produksi telur tinggi, yaitu 100-120 butir/tahun.

  4. Kalkun belsville, dadanya kurang berkembang.

  5. Kalkun whyte hybrid, merupakan hibrid dari berbagai bangsa yang disilangkan.

Pemilihan bibit kalkun sama dengan ayam ras, yaitu dipilih berdasarkan kemampuan produksi dari tetuanya. Selain itu, seleksi individu berdasarkan morfologinya juga perlu diperhatikan.

Secara umum perkandangan kalkun sama dengan perkandangan ayam. Hanya saja, hal yang perlu diperhatikan bahwa kalkun mempunyai bobot badan yang lebih besar dibandingkan ayam sehingga kepadatan kandang dikurangi. Kebutuhan kepadatan kandang sekitar 0,28-0,47 per ekor pada kalkun umur 8 minggu. Jika kandang yang digunakan berlantai panggung, kekuatan dasar kandang perlu diperhatikan.

Tatalaksana pemeliharaan kalkun sama dengan ayam. Kalkun mulai berproduksi setelah30 minggu dari dewasa kelamin tercapai. Selama 25 minggu, kalkun dapat memproduksi 88-93 butir. Pemberian pakan pada kalkun hampir sama dengan ayam. Kebutuhan protein dalam pakan untuk kalkun masa starter (0-8 minggu) sekitar 26-28%, sedangkan saat grower (8-24 minggu) sekitar 14-22%.

Sunday, March 28, 2010

Jual - Mesin tetas CUF - 60, prototipe mesin tetas berkualitas

Banyak sekali permintaan dari para penghobi, akademisi maupun praktisi perunggasan untuk mesin tetas telur dengan kapasitas kecil. Hal ini akhirnya mendorong kami meluangkan sedikit waktu untuk merancang sebuah mesin tetas yang sederhana tapi mempunyai kualitas yang mendekati sempurna dengan harga yang masih terjangkau. Mesin tetas kecil ini kami rancang dengan memperhitungkan sudut penyinaran dan intensitas cahaya yang tepat, dengan dilengkapi thermostat yang berkualitas sehingga mampu mengatur suhu penetasan yang stabil.


Melayani pengiriman ke seluruh Indonesia
Ready Stok
Harga+Ongkos kirim ke Luar Pulau Jawa
Rp. 600.000,-

Harga+Ongkos kirim Dalam Wilayah Pulau Jawa
Rp. 500.000,-

Kapasitas Penetasan:
maks 100 butir


Mesin Penetas CUF-30 dirancang oleh:
  1. Iwan Setiawan, ST
    Electrical Engineering- ITS '91
  2. drh. Setia Triwidodo
    Kedokteran Hewan Universitas Airlangga '94
  3. Setia Indarto, ST
    Electrical Engineering- ITB '97
Mesin tetas sederhana ini bisa juga dijadikan prototipe untuk membuat mesin tetas dengan kapasitas penetasan yang lebih besar. Dengan mengambil perbandingan yang sama dari luas ruangan dan kebutuhan penyinaranya, anda bisa merancang mesin tetas sendiri dengan kapasitas penetasan yang lebih besar tanpa harus membeli thermostat baru lagi.

Total Pageviews

Pages